Halo semua! Pada hari ini saya akan menceritakan pengalaman saya membatik. Saya baru saja selesai mengikuti “Batik Workshop” bersama teman-teman kelas bahasa Indonesia saya, dan teman-teman dari kelas lain juga. Sebelum membuat batik pada hari ini, saya telah pun siap melukis corak pada kain kosong untuk dicanting dan diwarnakan. Ini dia hasil lukisan saya. Saya memilih corak bertemakan ikan emas. Bagi saya, ikan emas ini lebih mudah dilukis berbanding corak bunga. Saya memang kurang bagus dalam melukis corak bunga.
Siang tadi, saya, mbak naimah, mas naqib, dan mas faiz ingin menaiki bis 80 untuk ke eagle heights, tetapi kami terlepas bisnya karena kami tidak tahu terdapat penyimpangan di rute 80. Jadi, kami terpaksa bersepeda dalam kesejukan untuk ke eagle heights. Saya dan mbak naimah lewat sedikit karena roda belakang sepeda mbak naimah tiada angin dan mbak naimah perlu meminjam basikal dari teman kami, mbak Fatin. Sebaik saja kami tiba, kami mula duduk mencanting. Canting saya agak sulit digunakan karena lilinnya menitik-nitik dengan cepat. Proses mencanting ini benar-benar memerlukan kesabaran yang tinggi, dan saya tidak punya tahap kesabaran yang cukup untuk mencanting. Melalui pengalaman saya siang tadi, mencanting ini lebih mudah jika lukisannya lebih besar. Walaupun kurang rapi, akhirnya selesai juga proses mencanting.
Kemudian, diteruskan pula dengan proses mewarna. Saya memilih warna kuning dan merah untuk ikan emasnya. Proses mewarna ini agak lama juga. Walaupun proses ini lebih mudah, tetapi saya tidak punya bakat mewarna juga. Setelah selesai mewarna, kain diletakkan di bawah cahaya matahari untuk dikeringkan. Sesudah kering, kainnya dialaskan kertas tisyu dan diseterika supaya lilinnya cair lalu terserap pada tisyu. Ini dia hasilnya.
Paling menggembirakan sekali, kami semua bisa makan pisang goreng yang enak sekali. Rindu pada makanan di Malaysia. Terima kasih ibu Arti karena menyediakan minum petang buat kami semua. Terima kasih juga ibu Dee dan mas Billy karena menunjukkan kami cara-cara membuat batik tulis ini.
Ini juga favorit saya! Namanya kuih bakar.




menyesal gw pulang awal pada hari membuat batik itu hari. mau juga memakan pisang goreng!
ReplyDelete