Friday, September 28, 2012

Batik warisan


Halo! Minggu ini saya akan bicara tentang batik. Pada minggu lalu, saya telah mewawancara dua orang teman dari Indonesia tentang batik. Walaupun Malaysia sendiri juga punya tradisi membuat batik, tetapi saya tidak tahu apa-apa tentang sejarah, jenis atau proses pembuatannya. Saya cuma seorang penikmat batik. Tetapi kini, saya sudah punya sedikit pengetahuan tentang batik. Terima kasih kepada teman-teman Indonesia yang sudi bercerita pada saya.


Jenis atau corak batik itu berbeda mengikut daerah-daerah. Rumah produksi batik yang populer terdapat di Cirebon, Yogyakarta dan Solo, dan batik-batik yang dibuat kemudian dipasarkan ke daerah-daerah lain juga. 

Batik ini merupakan tradisi turun-temurun. Bagi saya, yang menarik tentang batik ini ialah proses pembuatannya yang terbagi kepada dua yaitu batik tulis dan batik cap. Batik tulis ini sangat menarik karena memerlukan kesabaran dan kemahiran yang tinggi untuk membuatnya. Prosesnya bisa mengambil masa 3 hingga 6 bulan. Bagi batik tulis, lilin dipanaskan sehingga cair, lalu airnya diletakkan warna dan dilukis pada batik menggunakan canting. Saya kagum sekali melihat pelukis-pelukis batik ini. Mereka punya bakat melukis yang sangat bagus. Batik cap pula lebih mudah dan pendek prosesnya.



Menarik lagi batik yang coraknya dibuat menggunakan kacang pis. Kacang pis diletakkan di dalam kain, dan kainnya diikat dan direndam ke dalam air bewarna. Kemudian, ikatannya dibuka, kainnya dikeringkan dan hasil coraknya bisa dilihat. Saya pikir proses ini lebih kurang sama dengan proses membuat “tie dye t-shirt”. Bedanya cuma “tie dye t-shirt” tidak perlu menggunakan kacang pis. Di bawah ini contoh tie dye t-shirt.


Pada pandangan saya, bagus sekali sebenarnya kedua-dua negara Malaysia dan Indonesia meneruskan tradisi batik karena kedua-dua negara ini berpotensi meluaskan pemasaran batik kepada wisatawan-wisatawan. Tidak perlu berebut batik ini siapa yang punya. Apa yang penting, dengan adanya dua buah negara yang melestarikan kerajinan batik ini, lebih banyak orang dan wisatawan yang bisa menikmati batik. Apa yang saya tahu, bedanya batik Malaysia dan Indonesia ialah jenis kain yang digunakan. Di Indonesia, batik menggunakan kain katun, di Malaysia pula menggunakan kain katun dan juga kain sutera. Di bawah ini, contoh gambar batik Indonesia, dan di bawahnya contoh gambar batik Malaysia yang menggunakan kain sutera.



Baiklah. Itu saja buat minggu ini. Jumpa lagi ya teman-teman!


Hasil wawancara Mbak Melisa dan Mas Billy

10 comments:

  1. Wah! Teingin saya mahu melihat corak batik menggunakan kacang pis. Mbak Aqilah pernah mencuba nya? Ayo cuba di kelas membatik nanti. haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enggak pernah lagi. Pernah lihat teman saya membuat tie dye t-shirt saja. Bisa coba sama-sama nanti

      Delete
  2. batik kacang pis..??menarik..tapi saya ingin lebih lanjut mengetahui bagaimana mahu membuat batik campuran cap dan juga tulis karena video yang ditontonkan setakat ini cuma menunjukkan cara-cara mahu membuat batik tulis ataupun batik cap.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, maaf ya, wawancara saya tidak ada pula tentang batik campuran cap dan tulis, jadi saya kurang tahu. mungkin boleh di-google tentang itu ya.

      Delete
    2. Mas Zafir jangan malas ya, usaha lebih sedikit untuk dapat informasi yang lebih banyak haha. Zafir, tadi kemalangan berlaku, blog post saya sudah terdelete jadi komennya juga terdelete sekali. Maaf ya. Selamat hari minggu!

      Delete
  3. Kacang pis... Perut saya berbunyi mendengarnya... haha..

    Abaikan saja komentar konyol saya dari sebelumnya .. posting Anda saat ini benar-benar hebat ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. pernahkah perut anda tidak berbunyi mas nabil..??hehe..

      Delete
    2. mas nabil sentiasa berfikir tentang makanan ya mas zafir? tidak kira dimana berada. haha

      Delete
  4. Mbak Aqilah, sungguh menarik lukisan batik di tshirt itu. dimanakah saya bisa membelinya? hehe

    ReplyDelete